Kali ini giliran pascal yang saya share, untuk perkenalan materi ini silahkan disimak saja baik-baik materinya. Meskipun rada jadul untuk materi perkuliahan zaman sekarang, tapi memang alangkah baiknya kita mempelajarinya dulu dari dasar, baru bisa kita ikuti materi yang lainnya.
Jika ingin modulnya, silahkan komen email kalian dibawah ya, saya cuma punya 5 ppt, jadi dimaklum ya.
Sejarah Pascal
Untuk sejarah pascal silahkan lihat di wikipedia untuk jelasnya, saya disini cuma memberikan materi untuk perkenalan kodingnya saja.
Struktur Program Pascal
Secara ringkas, struktur suatu program Pascal dapat terdiri dari :
1. Judul Program
2. Tubuh Program
Tubuh program dibagi menjadi dua bagian utama :
a. Bagian deklarasi
- deklarasi label
- deklarasi konstanta
- deklarasi tipe
- deklarasi variabel/perubah
- deklarasi prosedur
- deklarasi fungsi
b. Bagian Pernyataan/Terproses
1. Judul program
Judul program ini digunakan untuk memberi nama program dan sifatnya optional. Jika ditulis harus terletak pada awal dari program dan diakhiri dengan titik koma (;).
Contoh penulisan judul program :
PROGRAM latihan;
PROGRAM latihan(input,output);
PROGRAM lat_1;
PROGRAM lat_satu(output);
2. Bagian Pernyataan/Terproses
Bagian ini adalah bagian yang akan terproses dan terdapat dalam suatu blok yang
diawali dengan BEGIN dan diakhiri dengan END (penulisan END diikuti dengan
tanda titik).
Bagian ini berisi pernyataan / statamen yang merupakan instruksi program.
Setiap statemen diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Bentuk umumnya adalah sbb :
BEGIN
...
statemen;
statemen;
...
END.
3. Bagian deklarasi
Bagian ini menjelaskan / memperkenalkan secara rinci semua data yang akan digunakan pada suatu program. Dalam penulisannya tidak boleh sama dengan kata-kata cadangan (reserved words) dan selalu diakhiri dengan titik koma (;).
Deklarasi label
Deklarasi label digunakan Jika pada penulisan program akan menggunakan
statemen GOTO (untuk meloncat ke suatu statement tertentu).
Contoh :
PROGRAM cetak;
LABEL satu,akhir;
BEGIN
WRITELN('SEKOLAH');
GOTO SATU;
WRITELN(‘TINGGI');
satu:
WRITELN(‘MANAJEMAN');
GOTO akhir;
WRITELN(‘INFORMATIKA');
akhir:
END.
Bila program di atas dijalankan, output sbb :
SEKOLAH
TINGGI
Deklarasi konstanta
Deklarasi ini digunakan untuk mengidentifikasikan data yang nilainya
sudah ditentukan dan pasti, tidak dapat dirubah dalam program.5
Contoh :
PROGRAM CETAK_2(OUTPUT);
CONST a = 50; (* selalu menggunakan tanda = *)
b = 'INDONESIA Merdeka';
BEGIN
WRITELN(a,' TAHUN ');
WRITELN(b);
END.
Bila program dijalankan, output sbb :
50 tahun
INDONESIA Merdeka
Deklarasi tipe
Deklarasi ini digunakan untuk menyebutkan tipe setiap data yang akan
digunakan pada program Pascal. Tipe data menentukan jangkauan nilai yang mungkin
dari data yang digunakan.
Contoh :
PROGRAM SATU;
TYPE bulat = INTEGER; { selalu menggunakan = }
hasil,pecahan = REAL;
ket = STRING[20];
BEGIN
pecahan := 2.52
bulat := 2
hasil := pecahan + bulat;
ket := 'hasil penjumlahan = ';
WRITE(ket,hasil:4:2)
END.
Output program, sbb :
hasil penjumlahan = 4.52
Deklarasi variabel/perubah
Deklarasi ini berisi data-data yang bisa berubah-ubah nilainya di dalam program.
Deklarasi variabel harus di letakkan setelah deklarasi tipe (jika ada).
Contoh :
VAR satu : INTEGER
dua : INTEGER;
a : REAL;
b : REAL; { selalu menggunakan : }
BEGIN
satu := 5
dua := 4;
a := 2.3;
b := 5+4*2.3; { hasil real }
WRITE('hasil = ',b:4:1)
END.
Output program :
hasil = 14.2
Deklarasi prosedur dan Fungsi
Program dapat dibagi menjadi beberapa bagian/subprogram, yang terdiri
dari satu program utama dan satu / lebih program bagian (bisa berupa prosedur /
fungsi). Deklarasi prosedure/ fungsi terletak pada subprogram yang menggunakannya.
Tipe Data
Tipe Data dapat terletak pada deklarasi variabel maupun padadeklarasi tipe.
Pascal menyediakan beberapa macam tipe data, yang terdiri dari :
1. Tipe data sederhana/skalar, terdiri dari :
1.1. Tipe data standar/predefinisi
1.1.1. bulat (integer)
1.1.2. real
1.1.3. karakter
1.1.4. string
1.1.5. logika (boolean)
1.2. Tipe data didefinisikan pemakai :
1.2.1. subjangkauan (subrange)
1.2.2. terbilang (enumerated)
2. Tipe data terstruktur, terdiri dari :
2.1. larik (array)
2.2. rekaman (record)
2.3. berkas (file)
2.4. himpunan (set)
3. Tipe data penunjuk (pointer)
1.1. Tipe data standar
1.1.1. Tipe data integer
Tipe integer adalah bilangan yang tidak mempunyai titik desimal/bilangan pecahan.
Integer terdiri dari beberapa tipe, yaitu :
- byte, dengan jangkauan nilai 0..255
- shortint, dengan jangkauan nilai -128..127
- integer, dengan jangkauan nilai -32768..32767
- word, dengan jangkauan nilai 0..65535
- longint, dengan jangkauan nilai -2147483648..2147483647
Operator yang dapat digunakan pada data tipe integer :
+, penjumlahan
-, pengurangan
*, perkalian
div, pembagian
mod, sisa pembagian
Contoh :
VAR a,b,jumlah1,jumlah2 : INTEGER
BEGIN
jumlah1:=10
jumlah2:=3;
a:=jumlah1 DIV jumlah2
b:=jumlah1 MOD jumlah2;
WRITELN('HASIL A = ',a)
WRITELN('HASIL B =',b);
END
hasil program : hasil a = 3
hasil b = 1
1.1.2. Tipe data real
Tipe real adalah bilangan yang mengandung pecahan, palingsedikit harus ada satu
digit sebelum dan sesudah titik desimal.
Operator yang dapat digunakan pada data tipe real adalah :
+ penjumlahan
- pengurangan
* perkalian
/ pembagian
Contoh :
VAR nilai1,nilai2,hasil : REAL
BEGIN
nilai1 := 2.52;
nilai2 := 3.2;
hasil := nilai1 + nilai2;
WRITE('HASIL PENJUMLAHAN = ',hasil:4:2)
END.
Output program, sbb : hasil penjumlahan = 5.72
1.1.3. Tipe data karakter
Nilai data karakter berupa sebuah karakter yang ditulis diantara tanda petik
tunggal, misalnya : 'A', 'b', '@', dan sebagainya. Karakter yang dapat diterima oleh
komputer :
huruf besar/kecil : A,B,C,...,Z / a,b,...,z
digit : 1,2,3,...,9
operator aritmatika : * / + -
tanda baca : , . ; : ? !
simbol khusus : $ @ { } ( ) [ ] % #
spasi
Contoh :
VAR nilai : CHAR;
BEGIN
nilai :='A';
WRITELN('NILAI TERBAIK = ',nilai);
END.
hasilnya : nilai terbaik = A
1.1.4. Tipe data string
Nilai data string adalah satu atau lebih karakteryang terletak diantara tanda petik tunggal, misal : ‘TASIKMALAYA'. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak disebutkan, maka dianggap panjangnya 255 karakter.
Contoh :
VAR kata1 : STRING[5]
kata2 : STRING[9]
kata : CHAR
BEGIN
kata1 :='STMIK';
kata2 :=‘TASIKMALAYA';
kata :=' '; { karakter berupa spasi }
WRITELN(kata1,kata,kata2);
END.
hasil : STMIK TASIKMALAYA
1.1.5. Tipe data boolean
Data tipe boolean mempunyai dua nilai, yaitu True dan False.
Contoh :
VAR
benar : BOOLEAN;
BEGIN
benar := TRUE;
WRITELN('benar = ',benar);
END.
hasil : benar = TRUE
Mungkin hanya segitu sih yang bisa saya bagikan dari perkenalan koding nya, untuk sisanya silahkan komen email kalian, nanti saya kirim modulnya, meskipun sedikit, ya moga-moga bermanfaat. π